promo

Renungan

Orang yang bercita-cita tinggi adalah orang yang menganggap teguran keras baginya lebih lembut daripada sanjungan merdu seorang penjilat yang berlebih-lebihan.
Tipe Soal Nyaris Sama

Siswa Dibayangi Hasil Tidak Maksimal

MADIUN - Hari pertama pelaksanaan ujian nasional (Unas) pengganti di SMAN 1 Wungu Kabupaten Madiun kemarin (10/6) diwarnai sejumlah kendala. Misalnya, kolom nomor peserta dalam daftar hadir yang disediakan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) kurang. Pihak sekolah sempat dibuat pusing, karena keberadaan kolom itu dinilai penting. Muhaimin, Kepala Sekolah SMAN 1 Wungu langsung berkoordinasi dengan Sumardi, Kepala Dinas Pendidikan setempat. ''Keputusannnya ditaruh dalam satu kolom. Mengapa ini penting, karena momor digit terkhir itu adalah kode siswa untuk proses scanning lembar jawaban,'' terangnya kepada Radar Madiun, kemarin.

Muhaimin mengatakan, pihaknya lebih berhati-hati karena tak ingin terjadi kesalahan. Sementara, beberapa siswa menuturkan bahwa kualitas soal pelajaran bahasa Indonesia yang dikerjakan kemarin nyaris sama dengan Unas utama April lalu. Kualitas lembar jawaban juga yang dinilai kurang bagus juga ditemukan seperti saat Unas lalu.

Aksan, peserta dari kelas XII IPA 1 menuturkan, saat lembar jawaban dihapus, hasilnya kurang sempurna. Dia pun sempat khawatir ketidaksempurnaan itu bakal berakibat fatal. ''Masih membekas hitam gitu. Padahal saya sudah berusaha menghapus dengan maskimal. Pada Unas dulu juga seperti itu, sulit banget dihapus,'' paparnya.

Terkait tingkat kesulitan soal bahasa Indonesia diakui Sari. ''Tipe soalnya nyaris sama dengan Unas utama lalu, tapi ya itu sama susahnya,'' jelasnya. Dia mencontohkan dalam Unas lalu soal nomor 40 tentang fase ejektiva. Dan, di Unas penganti kali ini pertanyaan serupa diberikan pula di nomor yang sama. ''Benar lho, dan saya masih ingat itu. Tapi bobot soal masih sama sulitnya kok,'' jelasnya.

Tak jauh berbeda, Widya, pelajar XII IPS 1. Hampir 50 soal itu modelnya memiliki kesamaan dengan Unas utama lalu. Kendati demikian, bobot soal yang di Unas-kan terbilang semakin sulit. ''Mungkin kondisi kita lagi tertekan jadi soal seakan tambah sulit,'' jelasnya.

Meski Unas penggati sudah dijadikan jalan terbaik untuk nasib 140 siswa SMAN 1 Wungu, sejumlah siswa masih merasa gamang. Sebab belum tentu hasil Unas pengganti bisa lebih baik dibandingkan dengan Unas utama. ''Kita pasrah mengikuti aturan. Tapi jika hasilnya Unas pengganti buruk, maka dipastikan kami tambah kecewa lagi,'' papar Mike Ardila, siswa dari IPS 2.

Tapi, Mike tak ingin dulu berpikir hal buruk itu bakal terjadi Namun, pasti siswa akan tambah kecewa jika Unas pengganti hasilnya jeblok. Padahal, belum tentu Unas utama yang sudah dilalui dulu hasilnya jelek.''Lantas hasil mana yang akan digunakan? Tentu Unas pengganti kan. Dan, yang kami takutkan hasil sekarang tak bisa optimal,'' jelasnya. (ota/irw)

sumber: http://www.jawapos.com/

Comments (0)add comment

Write comment
smaller | bigger

busy
 
Info Selangkapnya